Senin, 20 Mei 2013

Lewat pintu gerbang makam Sunan sendang Duwur – Lamongan Pintu gerbang dibangun semasa periode awal Islam di Jawa Timur sktr abad ke-17-18. Pintu Gerbang ini menuju ke kawasan makam Sunan Sendang Duwur – Lamongan.Perhatikan keunikan seni pahat dan ide “budaya pesisir” yang kental. Diduga Pintu Gerbang ini juga menjadi “inspirator” dari pintu gerbang sejenis di Kawasan Taman Sari milik Sultan Yogya Lokasi : Berjarak sekitar 1 km setelah WBL arah Tuban,disebuah pertigaan belok kiri kearah Sendang Duwur (daerah perbukitan). http://jurnalisfoto.org/pintu-gerbang-makam-sunan-sendang-duwur-lamongan/Makam Sendang Duwur terletak di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Pacirian, Kabupaten Lamongan. Desa Sendang Duwur kurang lebih 4 km berada di sebelah tenggara Desa Pacirian, tepatnya berada disebuah Bukit Amituno atau Bukit Tunon yang berketinggian ± 50-70 diatas permukaan laut (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 14:2003). Bila ditempuh berkendaraan montor dari Tuban mencapai 33 Km ke Paciran dan dari Paciran ke Desa Sendang Duwur dapat dicapai 3 Km (Tjandrasasmita, 155 :1964). Bangunan makam Sendang Duwur memberi kesan pertama sebagai gugusan candi kecil daripada suatu peninggalan kepurbakalaan Islam peralihan setelah Majapahit runtuh. Bangunan tersebut relative masih lengkap, sejak dipugar pertama kali pada tahun 1938. Lokasi makam tersebut disebuah bukit yang merupakan salah satu cirri khas dari bangunan Islam di Jawa (H. Mustopo, 2001 : 66).Tokoh utama yang dimakamkan dikomplek makam Sendang Duwur adalah Raden Nur Rahmad. Beliau bertempat tinggal di Desa Sedayu Lawas, tepatnya di Desa Brondong. Raden Nur RAhmad adalah Putera dari Abdul Qohar Bin MAlik Bin Syeikh Abu Yazid Al Baghdi keturunan raja-raja Persia di Negei Iraq. Ibu Raden Nur Rahmad adalah Dewi Sukarsih, Puteri dari Tumenggung Joyo dari Sedayu Lawas. Setelah ayah Raden Nur Rahmad (Abdul Qohar) wafat, Raden Nur Rahmad diboyong ibunya pindah ke Dusun Tenon guna menyebarkan agama Islam disekitar daerah tersebut. (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003 : 14). Setelah sampai di Dusun Tenon Raden Rahmad membuat rumah yang disekitarnya terdapat genangan air atau Sendang dan berguru kepada Sunan Drajat yang makammya tidak jauh dari komplek Makam Sendang Duwur. Raden Rahmad oleh penduduk didaerah sekitar disebut dengan Sunan Sendang karena rumah dalam menyebarkan agama Islam dekat dengan Sendang. Setelah mendapatkan gelar tersebut,Sunan Sendang diperintah oleh Sunan Drajad mendirikan Masjid dan supaya ke Mantingan,Jepara, Jawa Tengah untuk menemui Nyai Ratu Kalinyamat (Mbok Rondo Mantingan) untuk membeli pendoponya seharga senyoto salebak ketheng (sakheteng = ½ sen). Setelah masjid berdiri, disekitar masjid kering tidak terdapat sumber air untuk berwudlu. Atas ijin dari Allah maka keluarlah air dari dalam tanah (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003 : 14). Pada ambang pintu kayu yang berukir yang menuju makam Sunan Sendang, terdapat gambar bulan sabit, ditengahnya terdapat angka tahun yang berhuruf Jawa Kuno 7041 S. dalam membaca angka tahun ini harus terbalik jadi berangka tahun 1407 S atau 1485 M. Stuttenheim dengan argumennya membaca sebagai angka 1507 atau tahun 1585 M. Bacaan yang disangkal Damais, dengan pertimbangan paleografis, ia menafsirkan angka itu tahun 1407 S. atas dasar angka itu ia berpendapat bahwa tahun pada makam Sunan Sendang ini merupakan tahun tertua dari periode peralihan (Mustopo, 2001 : 69-70).Inskripsi tersebut merupakan data penting dan tertua yang dipahatkan pada suatu bangunan makam Islam di Jawa Timur hingga kini. Dengan kata lain, situs Komplek Makam Sendang Duwur mewakili bangunan masa peralihan tertua yang didukung oleh bukti data epigrafi dari bangunannya sendiri. Data penanggalan lain yaitu pada masjid kini, terdapat sebuah papan kecil tergantung pada tembok serambi, papan tersebut bertuliskan huruf Jawa Kuno dan memuat candrasengkala yang berbunyi “Gunaning salira tirtha haju” yang berarti tahun 1483 S atau 1561 M. Kebenaran tentang angka tahun tersebut dapat dibuktikan oleh candrasengkala yang terdapat pada naskah tentang riwayat Sunan Sendang yang berbahasa Jawa berhuruf Arab sebanyak 18 lembar ukurab folio (tinulat pada tahun 1920), selain itu terdapat pembangunan dan pemugaran masjid yang ditulis pada papan yang tergantung yang berhuruf Arab dan kalimat-kalimat Arab yang disalin bahasa Indonesia yaitu “ Ketahuilah bahwa masjid ini dibina dua kali, yang pertama pada tahun Jawa 1483, sesui dengan tahun 971 Hidjriah, yang kedua pada tahun Jawa 1851, sesui dengan 1339 Hidjriah, sehingga diantara dua pembinaan itu ada 368 tahun-bulan. Pada pembinaan yang kedua dipergunakan batu-batu dan sebagain pula kayu-kayu dari bangunan pertama”(Tjandrasasmita, 1964 : 166). Pada waktu setelah pendirian masjid, disekitar masjid kering tidak terdapat sumber air untuk wudlu. Maka dengan kesaktian Sunan Sendang terdapat sumber air yang terletak di sebelah selatan masjid yaitu Sumur Giling yang berkedalaman ± 35 m. peristiwa ini terdapat dalam naskah huruf Arab Pegon yang disimpan oleh masyarakat setempat yang berbunyi : “Sampun lami-lami boten wonten toya kang celak wonten manjing ashar ningali kukus lajeng dipun dudhuk sitinipun nuten kinarya sumur. Sampunipun lebet wonten duwung ngadeg peksinipun (keris) kacabut medal sumberipun toyalangkung agung” (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003 : 15). II. DISKRIPSI GAPURA KOMPLEK MAKAM SENDANG DUWUR. Komplek Makam Sendang Duwur terbagi dalam beberapa halaman yang berada disebelah utara dan barat Masjid Sendang Duwur. Tiap-tiap halaman dibatasi oleh pagar dengan pintu gerbang sebagai jalan masuknya. Secara umum komplek makam dibagi menjadi empat halaman dengan pola tata letak tersusun kebelakang dengan makam Sunan Sendang (Raden Nur Rahnad) berada di halaman III (paling belakang) (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003 : 15). Letak bangunan pintu gerbang yang berjumlah tujuh buah seolah-olah melingkari bagian dinding masjid dari depan sebelah kanan, nelingkar kearah selatan, kemudian membelok ketimur yang berlawanan dengan arah jarum jam (Prasawya) Jawa. Pintu Gerbang di Komplek Makam Sendang Duwur berbentuk Bentar dan Paduraksa, yang dimana ketujuh bangunan Pintu Gerbang tersebut dibangun pada dataran yang berbeda-beda ketinggiannya (H. Mustopo, 67:2001). Dalam sejarah kesenian Indonesia-kuno kedua pintu gerbang yang cungkupnya tertutup itu lazim dinamakan Paduraksa, yang sebaliknya dari sebutan candi bentar utuk pintu gerbang terbelah atau terpisah (Tjandrasasmita, 1964 : 155). 1. Halaman I. Halaman ini dibagi lagi menjadi dua halaman yang lebih kecil dengan dibatasi oleh lorong yang berpagar di sisi kanan dan kirinya. Dihalaman ini terdapat tiga buah bangunan pintu gerbang. Ketiga buah pintu gerbang tersebut adalah pintu gerbang G sebagai jalan masuk kehalaman I lainnya, pintu gerbang F sebagai jalan masuk kehalaman I, dan pintu gerbang E sebagai jalan masuk kehalaman II. a. Pintu Gerbang G. Pitu gerbang ini menghadap ke timur berbentuk candi bentar dan berbahan batu putih. Sebenarnya di depan pintu gerbang ini ada halaman yang tampaknya dahulu dibatasi oleh pagar yang sekarang hanya tinggal pondasinya saja, dengan pintu gerbang kecil bentuk candi bentar berbahan batu merah. Secara structural arsitektural pintu gerbang G terdiri dari kaki, tubuh, dan atap. Bagian kaki berukuran massif, mengapit sembilan buah anak tangga. Kaki pintu gerbang berbentuk bidang bertingkat dan berlapis tiga, semakin mengecil kedepan dengan permukaan paling depan berbentuk bidang lengkung (Cembung). Bagian tubuh pintu gerbang ini dapat dibagi lagi menjadi tubuh bagian bawah, tengah, dan atas. Tubuh bagian bawah berupa bidang yang dihiasi motif geomentris berbentuk segi enam berjajar, diatasnya berupa tingkatan-tingkatan pelipit yang dihiasi bentuk-bentuk artefik. Tubuh bagian tengah terdiri dari tiga lapis semakin melebar kesamping. Lapisan satu berbentuk pilar, lapisan dua berupa pelipit tiga tingkat. Tubuh bagian atas berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Disamping kanan-kiri tubuh terdapat semacam sayap pintu gerbang berupa sebuah bidang dengan ujungnya berbentuk lengkung menempel diatas pagar, dibagian tengah dihiasi bentuk kerawangan motif roset.Bagian atapnya bertingkat lima semakin keatas semakin mengecil dengan bagian kemuncaknya berbentuk trapezium. Atap tingkat satu berupa bidang segi empat yang dihiasi antefiks-antefiks dan motif rosset. Empat tingkat atap diatasnya berupa tingkatan-tingkatan pelipit semakin mengecil keatas yang juga dihiasi bentuk antefiks (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003:16). b. Pintu Gerbang F. Pintu Gerbang ini menghadap ke selatan berbentuk Paduraksa yang terbuat dari bahan batu putih, sebagaimana jalan masuk ke halaman I lainnya, secara structural arsitekturnya terdiri dari kaki, tubuh, dan atap. Bagian kakinya terdiri dari tiga tingkat yang semakin mengecil keatas dan melebar kesamping, mengapit tiga anak tangga. Tingkat satu dan dua berupa tingkatan-tingkatan pelipit, sedangkan tingkat yang ketiga berupa bidang segi empat dengan bagian depannya berhias motif tumpal. Bagian tubuhnya juga terbagi atas tiga bagian yaitu bagian bawah, tubuh, dan atas. Secara keseluruhan bagian tubuh terdiri dari tiga lapis bidang makin melebar kesamping. Khusus lapisan ke tiga berupa bidang datar mulai kaki sampai dengan tubuh bagian atas yang bersambungan dengan pilar-pilar bagian pagar yang berada di samping kanan-kiri. Sedangkan lapisan satu dan dua tubuh bagian bawah berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Lapisan satu tubuh bagian tengah berupa pilar yang dihiasi bentuk lengkung yang bersambungan sampai bagian atas ambang pintu gerbang. Lapisan kedua tubuh bagian tengah sebagian telah hilang, dari bagian yang tersisa tampak ada hiasan motif segi enam dan antefiks. Tubuh bagian atas lapisan satu berupa pilar sambungan dari tubuh bagian tengah, sedangkan lapisan kedua berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Tubuh bagian atas ini mengapit ambang pintu atas pintu gerbang, yang disisi bawahnya berbentuk latiyu tingkat tiga., sedangkan pada sisi depannya berupa bidang berhias motif stiliran kepala kala. Bagian atapnya terdiri dari tujuh tingkat semakin mengecil ketas, dengan bagian kemuncak berbentuk trapezium. Atap satu berupa bidang segi empat yang dihiasi bentik-bentuk antefiks. Atap tingkat dua, tiga, dan empat berbentuk trapezium yang juga dihiasi bentuk antefiks, atap kelima berbentuk antefiks polos, sedangkan atap enam dan tujuh berbentuk trapezium terbalik tanpa hiasan (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003: 16). c. Pintu Gerbang E. Pintu gerbang ini menghadap ke timur berbentuk paduraksa yang terbuat dari bahan batu putih, sebagai jalan menuju sebuah lorong di halaman II. Secara structural arsitekturnya terdiri dari bagian tubuh dan atap, tanpa bagian kaki karena memang tidak ada bagian yang diidentifikasikan sebagai bagian kaki pintu gerbang. Bagian tubuhnya terdiri dari dua tingkat. Tingkat pertama berupa bidang datar yang dihiasi motif burung Merak. Sedangkan tubuh tingkat dua berupa pilar polos yang ditengahnya ada ceruk yang membentuk garis lurus dari atas kebawah. Didepan tubuh tingkat dua bagian bawah terdapat panel-panel segi lima yang dihiasi motif flora yang diantaranya berupa pohon jambu air. Disamping kanan-kiri bagian tubuh tingkat dua tampak bagian sayap pintu gerbang yang sudah terputus. Pada bagian yang tersisa itu ada hiasan flora dan stiliran kepala gajah. Dahulu pintu gerbang ini memiliki sayap dalam bentuk naturalis seperti sayap burung yang akan terbang. Bagian atas sisi dalam dari tubuh tingkat dua ini mengapit ambang atas pintu gerbang berupa latiyu tingkat sembilan disanggga oleh pilar dari kayu, mungkin dahulu sebagai tempat daun pintunya. Latiyu tingkat dua, empat, enam, dan delapan dihiasi motif tumpal berjajar seperti gigi gergaji, sedangkan tingkatan latiyu lainnya polos. Bagian atapnya terdiri dari empat tingkat dengan bagian dasar atap berbentuk trapezium terbalik. Atap tingkat satu, dua, dan tiga berupa bidang datar yang pada sisi atasnya berbentuk melengkung-lengkung. Pada bagian atap tingkat satu disebelah kiri dihiasi motif flora dan stiliran kepala burung. Bagian atap tingkat empat berupa bidang datar dengan sisi kanan-kiri melengkung ke dalam hiasan (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003:16). Pintu gerbang E mempunyai ukuran tinggi seluruhnya lebih kurang 6,625 m, tinggi pintunya yaitu dari ambang pintu bawah hingga ambang pintu atas adlah 2,375 m, sedangkan lebarnya 1,25 m (Tjandrasasmita, 1964:155). 2. Halaman II.Halaman II komplek makam Sendang Duwur ini disekat-sekat lagi menjadi beberapa halaman yang lebih kecil, dibatasi oleh pagar dengan pintu gerbang sebagai jalan masuk. Dihalaman ini ada dua pintu gerbang yang menarik untuk dibahas yaitu pintu gerbang D dan pintu gerbang B. a. Pintu Gerbang D. Pintu gerbang ini menghadap ke Utara berbentuk candi bentar terbuat dari batu putih, sebagai jalan masuk menuju ke komplek Masjid Sendang Duwur dari sebuah lorong di halaman II. Secara structural arsitektur pintu gerbang ini terbagi dari bagian kaki, tubuh, dan atap. Bagian kaki pintu gerbang ini terbagi dari tiga tingkat , mengapit delapan buah anak tangga dari sepuluh buah tangga yang ada di pintu gerbang ini. Bagian kaki tingkat bawah berupa balok, yang sebelah Timur tertutup oleh rangkaian pagar yang membujur di depannya. Kaki bagian tengah terdiri tiga lapisan, lapisan satu berupa pilar polos, sedangkan lapisan dua dan tiga berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Kaki bagian atas juga terdiri dari tiga lapisan, lapisan satu bagian bawah berupa bidang lengkung yang dihiasi motif tumpal, dan bagian atasnya berupa bidang datar segi empat, sedangkan lapisan dua dan tiga berupa bidang datar. Di samping kanan-kiri, bagian kaki ini bersandar pada pagar.Pada pagar bagian barat ada hiasan motif geometris seperti bentuk segi tiga berjajar dan bentuk segi empat. Bagian tubuhnya dapat dibagi tubuh bagian bawah, tengah, dan atas. Tubuh bagian bawah berupa bidang datar dihiasi motif geometris bentuk segi empat berjajar. Tubuh bagian tengah terdiri tiga lapis, lapisan satu berupa pilar polos, lapisan dua dan tiga berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Tubuh bagian atas berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Di samping kanan-kiri tubuh ada semacam sayap pintu gerbang berupa bidang datar dengan bagian ujungnya berbentuk lengkung. Di bagian tengahnya ada hiasan bentuk trapesium dan di bawahnya dihiasi motif segi tiga berjajar. Bagian atapnya terdiri dari lima tingkat dengan bagian kemuncak berbentuk kotak berpelipit tiga tingkat tiga, lima tingkat atap di bawah kemuncak berupa tingkatan-tingkatan pelipit yang semakin mengecil keatas membentuk bidang trapesium, di tiap-tiap tingkatnya dihiasi bentuk-bentuk antefiks (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 17-18 : 2003). Disekitar tembok yang menghubungkan Pintu Gerbang D pernah ditemukan sebuah patung dewa Siwa yang tergali pada waktu melakukan restorasi pada tahun 1938. Sayang patung tersebut tidak utuh, sebagian kepala dan badannya masih dapat dikenali, demikian pula atribut patungnya yang berupa aksamala ditangan kiri, dan parasu (?) di tangan kanan. Pada kepalanya masih tersisa mahkota walaupun sudah rusak (Mustopo, 2001 : 69) dan patung tersebut sekarang diletakkan di bawah Pintu Gerbang D bagian Selatan di kiri. Dihalaman II terdapat bangunan baru yaitu tempat menerima tamu penziarah dan bangunan untuk meletakkan kerangka bangunan masjid. b. Pintu Gerbang B Sebelum masuk ke halaman II yang menuju Pintu Gerbang B ada bangunan beratap yang berhimpitan dengan pagar di sebelah barat. Pada pagar yang berhimpitan dengan bangunan tersebut terdapat pintu sebagai jalan masuk ke sekat halaman berikutnya, dari sekat halaman ini ada jalan menuju ke pintu gerbang B. Pintu gerbang B menghadap ke Utara agak condong ke Barat Laut. Bentuknya paduraksa terbuat dari batu putih sebagai jalan masuk menuju ke halaman III. Secara struktural arsitektur pintu gerbang ini terdiri dari bagian kaki, tubuh, dan atap. Bagian kaki pintu gerbang ini terdiri dua tingkat berbentuk balok, mengapit tiga buah anak tangga. Di atas kaki tingkat satu terdapat hiasan makara berupa kepala naga denga mulut menganga. Pada bagian atas kaki tingkat dua dihiasi motif flora yang muncul dari batu-batu karang. Bagian kaki sisi Timur menempel pada tanah tebing di sebelahnya, sedangkan bagian kaki sisi barat menempel pada rangkaian pagar, pada pagar ini ada hiasan motif roset. Bagian tubuhnya secara keseluruhan berupa pilar kwadrangular yang di sisi depanya kaya akan hiasan. Pada tubuh bagian bawah terdapat hiasan flora yang timbul dari batu-batu karang. Di atas bagian tersebut ada hiasan lengkung kala merga yang bersambungan hingga ambang atas pintu gerbang. Bagian tubuh sisi Timur menempel pada tanah di sebelahnya, sedangkan tubuh sisi barat menempel pada pagar yang mempunyai hiasan motif pintu gerbang bersayap dan di atasnya ada hiasan motif segi enam berjajar. Ambang atas pintu gerbang ini berupa latiyu tingkat lima yang disangga oleh balok kayu sebagai tempat menempelkan daun pintunya. Ambang atas pintu gerbang sisi depan selain berhias kala merga juga dihias motif flora. Di kanan-kiri tubuh terdapat sayap pintu gerbang berbentuk naturalis yang kaya hiasan motif flora dan fauna dan ada juga hiasan stiliran kepala gajah. Sayap pintu gerbang sebelah barat tampak lebih besar jika dibandingkan dengan sayap sebelah tirnur. Sayap sebelah barat berdiri menempel di atas pagar dan ujungnya menempel pada bagian kemuncak dari pilar pagar tersebut, sedangkan sayap sebelah timur menempel di atas tanah tebing. Bagian atapnya tempak tingkat tiga dengan kemuncak berbentuk trapesium. Atap tingkat satu berupa bidang dihiasi motif flora yang timbul dari batu-batu karang dalam jumlah banyak bertingkat-tingkat. Atap tingkat dua berbentuk trapesium yang di tengahnya dihiasi stiliran burung garuda dan di sekitamya dihiasi motif flora. Atap tingkat tiga berbentuk trapesium yang jauh lebih kecil dari pada atap tingkat dua, juga dihiasi dengan motif-motif flora (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003: 18-19). Pintu Gerbang B mempunyai pintu masuk yang lebar berukuran 70 cm, tinggi dasar pintu hingga ambang pintu atas 1,80 m dan tinggi pintu gerbang keseluruhannya kira-kira ada ada 3,75 m sera lorongnya berukuran panjang 2 m. Bila dilihat seksama puncak pintu gerbang B menggambarkan kepala garuda (mahkota) (Tjandrasasmita, 1964 : 155-156). Di sebelah kanan sebelumke Pintu Gerbang B terdapat cungkup yang dibawahnya terdapat tujuh buah makam, no 3 dari barat terdapat makam yang nisannya terdapat Surya Majapahit dan ditengahya terdapat tulisan huruf Arab berupa Syahadat dan di area cungkup Makam Sunan Sendang juga terdapat nisan yang terdapat Surya Majapahit. 3. Halaman III Halaman ini tepatnya berada di sekitar sisi barat dari Masjid Sendang Duwur. Di halaman ini tersebut terdapat makarn tokoh utama yaitu makam Sunan Sendang (Raden Nur Rahmad) yang diperkirakan sebagai perlrdiri pertama Masjid Sendang Duwur. Makamnya berdiri di atas teras dan di beri pelindung bangunan beratap (cungkup). Pada teras cungkup tersebut terdapat bingkai dari batu yang mempunyai hiasan relief rmotif flora. Sebelum masuk ke cungkup sebelah Selatan ada pintu gerbang bentuk candi bentar yang mempunyai semacam sayap. Di bawah sayap terdapat panil-panil hiasan motih flora dengan garis-garis krearif dan motif-motif tumpal, di dekat pintu gerbang ini dahulu terdapat dua buah patung singa dari kayu yang kini tinggal bekas kakinya saja, dua buah patung singatersebut dibawa ke Museum Nasional Jakarta. Selain itu pada sisi depan pintu gerbang ini terdapat hiasan motif flora dan motif bunga. Pada bagian bawah dari cungkup juga kaya hiasan seperti panel-panel heksagonal yang di dalamnya ada bentuk-bentuk tumpal, flora batu-batuan, bangunan seperti pendopo bersayap, dan juga motif sulur-suluram. Kemudian ada juga motif roset yang di dalamnya berisi motif daun bunga dan bunga. Bagian atasnya ada hiasan motif rantai dari daun-daunan yang membentuk segi tiga dan lingkaran. Bagian tubuh cungkup terbuat dari kayu yang sebagian juga ada hiasannya. Bagian yang ada hiasannya berada di sisi depan (selatan), dipisahkan oleh rangka-rangka yang membentuk panel-panel hiasan yang tengah berisi motif tumpal dan heksagonal, sedang panel lainnya berisi motif-motif flora dan sulur-suluran. Pada panel yang berbentuk hexagonal di dalamnya ada hiasan berbentuk seperti sabit dikelilingi oleh tumbuhan yang berbuah. Di sekiling panel ada hiasan bentuk batu-batuan dan ada juga bentuk flora yang keluar dari pot, di atasnya ada motif bunga berbentuk lotus, pada bagian ini ditemukan sedikit tulisan Jawa Kuna yang mungkin merupakan tahun pendirian bangunan cungkup tersebut(Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003: 19-20). Pintu masuk ke cungkup tampak kecil dan indah, berbentuk persegi empat. Di bagian pintu ini juga terdapat hiasan motif sulur-suluran dan bunga ada juga panel berbentuk heksagonal yang diisi motif sulur-suluran (motif arabesque). Pada panel yang tengah mempunyai hiasan motif raset berisi bunga lotus dan ada juga yang berisi daun-daunan. Pada panel tengah yang lain ada hisan motif sulur-suluran dan bunga ada juga bunga bentuk lotus, motif tumpal, dan bentuk sudut 16, serta ada motif roset dalam sebuah lingkara 4. Halaman IV Halaman ini sebagian besar berada di sebelah Selatan Masjid Sendang Duwur. Untuk masuk ke halaman ini dapat melewati sebuah jalan sempit di antara tumpuan batu yang memisahkan halaman IV dengan halaman II dan halaman III yang ada di sebelah barat Masjid Sendang Duwur. Halaman ini juga dapat dimasuki melalui pintu gerbang C yang ada di sisi selatan. Halaman ini juga disekat-sekat dengan pagar yang terbuat dari bata merah. Pada pagar dinding ini terdapat pilar-pilar yang di atasnya terdapat bentuk candi laras yang kelihatan sederhana. a. Pintu Gerbang C Pintu gerbang ini menghadap ke Selatan berbentuk candi bentar terbuat dari batu putih. Arsitekturnya hampir mirip dengan pintu gerbang G dan pintu gerbang D di sebelah utara masjid, yaitu terdiri dari bagian kaki, tubuh, dan atap. Bagian kakinya terdiri dari tiga lapis bidang makin mengecil ke depan, dengan permukaan paling depan berbentuk cembung. Bagian tubuhnya dapat dibagi menjadi tubuh bagian bawah, tengah, dan atas. Tubuh bagian bawah berupa bidang segi empat yang dihiasi motif segi empat berjajar. Tubuh bagian tengah terdiri dari tiga lapis. lapisan satu berbentuk pilar, sedang lapis dua dan tiga berupa pelipit tingakt tiga, tubuh bagian atas berupa tingkatan-tingkatan pelipit. Di samping kanan-kiri tubuh terdapat semacam sayap pintu gerbang berupa bidang datar dengan bagian ujungngya melengkung. Di tengahnya ada hiasan berbentuk trapesium. Bagian atapnya terdiri dari lima tingkat semakin mengecil ke atas, dengan bagian kemuncaknya berbentuk trapesium. Lima tingkat atap di bawah kemuncak berupa tingkatan petipit semakin mengecil ke atas. Tiap-tiap atap dihiasi bentuk-bentuk antefiks (Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Makam Islam di Jawa Timur, 2003: 18-19). Di Nukil dari http://tatkalam.blogspot.com/2011/07/pintu-komplek-makam-sendang-duwur-1.html

Minggu, 07 April 2013

Krisis politik Thailand 2005-2006

Krisis politik Thailand 2005-2006

Krisis politik Thailand 2005-2006 adalah periode dimana berbagai peristiwa terjadi yang akhirnya mengakhiri karier politik Thaksin Shinawatra, Perdana Menteri Thailand. Dampak dari krisis ini adalah jatuhnya pemerintahan Thai Rak Thai melalui kudeta Thailand, pembuangan Thaksin, dan didirikannya pemerintahan junta militer yang dipimpin oleh Surayud Chulanont.
Krisis ini juga menyebabkan terjadinya kudeta terhadap Thaksin Shinawatra.

Sabtu, 09 Februari 2013

Kunci Sukses Hidup = Sukses itu Mudah Dia-lah Yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu. Maka berjalanlah di segala penjurunya & makanlah rezki-NYA, (yang tidak terbatas jumlahnya). ~ Q ur'an Al-Mulk: 15 ~

sukses seperti Ayat-ayat (kode) alquran

Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang ditentukan. ~ Qur'an: Al A'raf: 24 ~ Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia. ~ Qur'an: Al Hajj: 65 ~ pertanyaaan............ Tetapi, apakah Anda juga menikmati hidup Anda? Apakah Anda bisa dengan gembira mengatakan, "Ya, saya sekarang sudah sukses. Hidup ini indah luar biasa dan segalanya mudah bagi saya", atau "Saya memiliki kunci sukses hidup yang saya perlukan"? Bila Anda sakit, tahukah Anda cara agar bisa sembuh dan sehat kembali? (dan saya tidak membicarakan obat atau dokter di sini). Bila Anda berpenghasilan kecil, tahukah Anda cara meningkatkan penghasilan berlipat ganda? (dan saya tidak akan bicara tentang mencari pekerjaan/bisnis sampingan yang juga menguras tenaga). Bila Anda belum punya tempat tinggal, tahukah Anda bagaimana bisa memiliki rumah sendiri? (dan saya tidak bicara tentang menunggu warisan dari orang tua, lho...) Bila Anda terlahir miskin, bagaimana mengubah nasib Anda tersebut? (Dan bukan dengan mencari jodoh anak konglomerat :P ..).Bila uang Anda sedikit atau pas-pasan, diinvestasikan dalam bentuk apa agar mendapatkan hasil kembali yang luar biasa besarnya? (bukan dengan cara menjadi lintah darat kejam, lho. Bukan. Haram itu...). Anda adalah orang yang rajin, pekerja keras, ulet, jujur dan berkemauan tinggi. Anda juga berpendidikan dan berdisiplin tinggi. Tetapi kehidupan Anda tidak memuaskan dan Anda tidak tahu di mana salahnya. Bila Anda juga seperti kebanyakan orang, yaitu hidup sebagai orang kebanyakan saja, maka mungkin salah satu masalah ini juga Anda alami: Gaji kecil, atau pas-pasan saja, selalu kalah dengan kenaikan harga kebutuhan hidup. Terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan impian. Atau sebaliknya, terjebak dalam pengangguran berkepanjangan. Hidup penuh masalah atau konflik, baik dengan diri sendiri, teman, keluarga, tetangga atau dengan bahkan yang orang tidak dikenal. Banyak hal yang Anda inginkan rasanya seperti jauh dari jangkauan. Terlilit hutang di mana-mana, kartu kredit, cicilan rumah atau kendaraan, pinjaman bank dsb. yang menguras habis semua gaji Anda untuk membayarnya setiap bulan. Apakah Anda juga masih mengalami paling tidak satu dari masalah di atas? Apakah Anda merasa seperti terus menerus bekerja keras mengejar mimpi yang tak juga kunjung tergapai?

langaka Hidup Lebih Bahagia

1. Jangan Takut dan Khawatir Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut? 2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif. 3. Fokus Pada Satu Masalah Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress. 4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak. 5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar. 6. Jangan Hidup di Masa Lalu Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu. 7. Jadilah Pendengar yang Baik Mungkin sebagian besar orang termasuk saya :) susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita. 8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten. 9. Bersyukurlah Selalu Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

kehidupan bermutu

Belajar Hidup Bermutu dari Aristoteles Judul Buku : Menjadi Manusia, belajar dari Aristoteles Penulis : Franz Magnis-Suseno Penerbit : Kanisius, Yogyakarta Tahun Terbit : 2009 Tebal : XI+68 halaman Harga : Rp.15.000,-. Menjadi manusia utuh, disadari atau tidak, menjadi cita-cita kita, manusia. Aristoteles, disamping Plato, filosof Yunani terbesar, menawarkan itu: Jalan untuk menjadi utuh. Barangkali kita ragu apakah seorang pemikir yang hidup 2300 tahun lalu masih dapat menunjukkan suatu jalan bagi kita, manusia abad ke-21. Tetapi Aristoteles, bersama Plato, sampai hari ini menjadi acuan pemikiran para filosof. Pernah, selama seribu tahun, Aristoteles agak dilupakan. Yang menemukannya kembali adalah para filosof Islam, terutama Ibn Rushd (1126-1198), sang bijak dari Cordova. Dari Ibn Rushd, Aristoteles diperkenalkan ke Eropa abad pertengahan dimana Thomas Aquinas (1225-1274) menjadikannya dasar system filosofisnya. Sejak itu Aristoteles dikenal sebagai “sang filosof”. Dan Romo Franz Magnis-Suseno, penulis buku ini, yakin bahwa etika Aristoteles di jaman sekarangpun masih sangat bermanfaat bagi kita. Aristoteles adalah filosof Yunani pertama yang menulis sebuah “etika”. Tulisan dengan tujuan agar manusia belajar untuk hidup secara bijaksana. Gagasan dasar Aristoteles adalah bahwa manusia hidup dengan bijaksana semakin ia mengembangkan diri secara utuh. Menunjuk jalan bagaimana manusia dapat menjadi utuh itulah maksud Aristoteles. Aristoteles menulis etikanya agar mereka yang membacanya dapat membangun suatu kehidupan yang bermakna dan bahagia. Dan itu dicapai dengan memperlihatkan bagaimana manusia dapat mengembangkan diri, dapat membuat potensi-potensinya menjadi nyata, dan bagaimana karena itu ia menjadi pribadi yang kuat. Menjadi pribadi yang kuat berarti berhasil dalam kehidupan sebagai manusia. Itulah yang membuat kita bahagia dan itulah yang mau ditunjukkan oleh Aristoteles. Menurut Aristoteles, setiap tindakan manusia pasti memiliki tujuan, sebuah nilai. Ada dua macam tujuan: tujuan sementara dan tujuan akhir. Tujuan sementara hanyalah sarana untuk tujuan lebih lanjut. Tujuan akhir adalah tujuan yang tidak kita cari demi tujuan lebih lanjut, melainkan demi dirinya sendiri, tujuan yang kalau tercapai, mestinya tidak ada lagi yang masih diminati selebihnya. Jawaban yang diberikan Aristoteles untuk tujuan akhir ini menjadi sangat berarti dalam sejarah etika selanjutnya, yaitu: Kebahagiaan! Kalau seseorang sudah bahagia, tidak ada yang masih dinginkan selebihnya. Maka pertanyaan kunci adalah: Hidup macam apa yang menghasilkan kebahagiaan? Dua pengertian paling penting adalah bahwa hidup secara moral membuat manusia bahagia, dan bahwa kebahagiaan tidak diperoleh dengan malas-malas hanya ingin menikmati segala hal enak, melainkan dengan secara aktif mengembangkan diri dalam dimensi yang hakiki bagi manusia. Adalah jasa Aristoteles bahwa ia memperlihatkan bahwa hidup yang bermakna itu justru membuat bahagia. Aristoteles juga memperlihatkan kearah mana kita harus berusaha. Arah itu adalah kemanusiaan kita, pewujudnyataan ciri-ciri yang khas bagi manusia. Ciri yang pertama adalah logos, roh, bagian ilahi dalam manusia, dimensi doa, dimensi dimana manusia boleh berkomunikasi dengan Allah. Dimensi kedua adalah masyarakat. Aristoteles begitu menekankan ciri sosial manusia. Manusia adalah zoon politikon, mahluk bermasyarakat. Manusia tidak mungkin mencapai kepuasan sendirian. Ia menjadi diri dalam kebersamaan dengan manusia lain, dimana ia baik menerima maupun memberikan. Hanya dengan melibatkan diri dengan masyarakat-keluarga, kampung, dan komunitas politik- manusia menjadi diri sendiri. Dalam memberi dan menerima, dalam membangun kehidupan bersama itulah jalan ke kebahagiaan. Salah satu unsur utama ajaran Aristoteles adalah tekanan pada keutamaan. Watak moral seseorang ditentukan oleh keutamaan yang dimilikinya. Memiliki keutamaan berarti mantap dengan dirinya sendiri karena ia mantap dalam memilih apa yang betul-betul bernilai daripada apa yang sekedar merangsang. Dan keutamaan dapat kita usahakan. Dengan tegas bertindak menurut apa yang kita sadari benar, kita menjadi semakin mampu untuk bertindak demikian, kita semakin gampang bertindak etis; dan bertindak etis memberi rasa kuat dan bahagia. Wujud etika Aristoteles menjadi jelas dalam Etika Nikomacheia yang membahas persahabatan. Disini Aristoteles memberi pesan yang menentukan: Manusia tidak berkembang dengan memusatkan perhatiannya pada dirinya sendiri, melainkan dengan membuka diri terhadap orang lain. Manusia tidak mencapai kebahagiaan dan keluhurannya dengan mau memiliki sesuatu, melainkan dengan mengerahkan diri pada usaha bersama: bagi sahabat, desa, dan masyarakatnya. Adalah lebih luhur mati bagi sahabat dari pada hidup, tetapi meninggalkannya. Aristoteles mendekati kebijakan yang ada baik pada Yesus maupun pada etika Jawa. Yesus mengatakan bahwa siapa kehilangan nyawanya demi yang paling luhur, akan memperolehnya, dan pepatah Jawa mengatakan bahwa mati ditengah kehidupan menghasilkan hidup ditengah kematian. Buku kecil yang relatif murah, tipis, tapi mewah ini ditulis dengan dua maksud. Pertama, memperkenalkan pemikiran Aristoteles, khususnya dalam bidang moralitas dalam bahasa yang mudah dimengerti. Kedua, penulis yakin bahwa etika Aristoteles di zaman sekarang pun amat bermanfaat bagi kita dalam membangun suatu kehidupan yang bermakna dan bahagia. Karena itu, tidak heran bahwa 300 tahun sesudah wafat nabi Muhammad, filosof Islam menggali kembali Aristoteles, pemikir dari zaman prawahyu yang hidup 1300 tahun sebelum mereka, sebagai filosof paling besar. Para filosof Islam merasa harus mempergunakan pemikiran Aristoteles untuk merumuskan refleksi filosofis mereka sendiri. Dari Aristoteles manusia abad ke-21 pun dapat belajar bahwa kita masing-masing dapat membangun diri menjadi manusia utama, dan bahwa itu kita lakukan dengan melibatkan diri dalam komunitas dan masyarakat, kita dapat belajar menjadikan hidup kita menjadi hidup yang bermutu. baca juga : Seputar “kasus” Galileo :
Mencoba Menjadi Bisa Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." (1 Timotius 4:12) --- Kenyataan membuktikan.. sebagai anak muda sering banget diremehkan.. yang katanya anak kemaren sore lha.. miskin pengalaman lha.. belum tahu banyak lha.. ngerti apa lha.. belum mencicipi pahitnya kehidupan lha.. bisanya cuma grudak-gruduk.. hura-hura kesana kemari lha.. dll, dst, dsb.. Pandangan umum seperti itu.. yang dapat mematikan semangat anak muda.. Buat temen-temen semua.. mari kita imani apa yang pernah ditulis Paulus kepada Timotius.. agar digenapi juga dalam kehidupan kita.. --- Buat semua pihak yang lebih dulu melihat dunia sebelum kita.. Jangan buru-buru meremehkan anak muda.. jangan buru-buru menghakimi anak muda.. Jangan buru-buru bilang kalo anak muda ngga bisa berbuat apa-apa.. Alangkah baiknya jika mengambil langkah untuk menuntun dan membimbing anak muda.. Serta memberi kesempatan anak muda untuk mencapai potensi diri yang maksimal.. Percayalah.. anak muda bisa seandainya dipercaya.. --- Apa sih yang ngga bisa, kalo Tuhan sudah bekerja ??? Anak-anak pun akan dimampukan dan dipake secara luar biasa (dalam video tersebut).. Secara luar biasa menerbangkan pesawat di udara.. secara luar biasa melayani penumpang yang ada.. Secara luar biasa bikin jantungan banyak orang di dalamnya.. hehehe.. Bakal mendarat dengan selamat.. ato langsung mendarat ke sorga tu yaa ?? (^_^)